AHLI WARIS MINTA PEMDES PANDU SENJAYA KEMBALIKAN ASET TANAH PASAR SAYANGAN

AHLI WARIS MINTA PEMDES PANDU SENJAYA KEMBALIKAN ASET TANAH PASAR SAYANGAN
Foto: Pemasangan Plang oleh Keluarga Ahli Waris Muhammad Thayib Terhadap Objek Tanah Beberapa Waktu Lalu

AHLI WARIS MINTA PEMDES PANDU SENJAYA KEMBALIKAN ASET TANAH PASAR SAYANGAN

KABARITAH.COM, KOTAWARINGIN BARAT - Status sengketa perdata tanah Pasar Sayangan di Desa Pandu Senjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tak kunjung ada kejelasan. 

Pihak keluarga ahli waris Muhammad Thayib bin Laning selaku pemilik aset menjelaskan sampai sekarang prosesnya masih belum ada kejelasan mengenai hak mereka yang diklaim oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Pandu Senjaya sejak 2004 lalu.

Pada Kamis, (03/11/22) pihak ahli waris dan Pemdes diundang di aula Kecamatan Pangkalan Lada, yang di hadiri oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN), unsur Kecamatan Pangkalan Lada, Kepala Desa setempat serta Pemerintah Kabupaten Kobar perihal memberikan pernyataan bahwa ahli waris tidak mengetahui keberadaan aset dokumen SHP asli tahun 2004 seluas 39.777 m2. 

Dalam pernyataan itu 6 keluarga ahli waris menyatakan dan menandatangani terkait surat tersebut. Kepada Media Kabaritah.com salah satu ahli waris Sapril bin Thayib mengatakan tidak mengetahui tentang keberadaan aset dokumen asli SHP tersebut. "Kami tidak mengetahui tentang keberadaan dokumen asli aset SHP itu." Ujar Sapril.

Sambungnya lagi" kami meminta kepada Kepala Desa untuk segera memgembalikan aset orang tua kami yang diklaim selama 18 tahun oleh pemdes pandu senjaya." Ungkapnya.

Diketuhui sengketa tanah tersebut pernah bergulir dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Pangkalan Bun (PN) dengan nomor register perkara : 20/Pdt. G/Pdt/PN.Pbu. Dan diajukan ke Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) namun dalam eksepsinya gugatan itu ditolak oleh pengadilan. 

Pihak ahli waris mengatakan akan tetap mencari keadilan sampai hak mereka benar-benar dikembalikan dan inkrah secara hukum.(*) 

Penulis: Yusuf
Editor: kurniawan